Our last (but not least) Conversation
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Masih ingatkah engkau saat terakhir kali kita bertukar kabar, sebisa mungkin aku mengabadikan momen-momen seperti itu. Hari ini, biarkan aku menemuimu, walau bukan dengan ragaku!
Err.. sorry, i am so speechless. I'm talking with Mrs. Chemistry, right? Maaflah neng, baru bisa bertukar kabar hari ini, terlambatkah aku? Hmm.. Intimu, kamu ingin unsur itu kembali? Sepertinya kamu sedang mengalami sesuatu yang pernah aku lalui. Bicaralah, Tuhan dan aku akan mendengar. Selebihnya aku jawab setahuku, coba 'tuk sekedar mengurai gundah di hatimu.
Assalamu'alaikum Wr.Wb.,
Annyeong!
Aahh kamu masih inget kan apa artinya, atau.. mungkin kamu udah lupa,
wajar aja sih.. tujuan nulis ini bukan karena tujuan yang tidak penting,
tapi aku hanya ingin jujur dengan segala hal yang terjadi setelah semua
itu lepas. Lebih tepatnya lepas lalu ikhlas. I have done it, bahkan
sudah 50% aku tidak mengingat hal itu. Hebat kan?
Gimana
kabarnya? Everything is all right or something is wrong?.. semoga
semuanya baik. Udah beberapa tidak ada notification dari kamu, awalnya
aku bersyukur bahkan bisa memendam semuanya sendiri, berlagak segala hal
yang datang baik-baik saja, tapi nyatanya pangeran shin dalam princess
hours benar, "aku mungkin bisa melepasmu sekarang, membiarkanmu pergi ke
tempat asalmu, tapi setiap hari aku melihat dan berbincang denganmu,
lalu kalau kau pergi, apakah aku bisa hidup tanpamu?" lebih tepatnya
seperti itu. Dan beberapa hari terlewati masalah-masalah itu pun muncul
seiring tak terhentikan oleh waktu, seakan-akan terus masuk ke dalam
hidup ini, aku tidak tahu kenapa itu terjadi, tapi percayalah di
saat-saat seperti itu I need someone someone who can accept my problem
story, saat itu kebetulan sudah tidak ada notif tentang kamu, dan
benar-benar rasanya beda. Dulu setiap kali aku sedikit saja mengalami
kesulitan kamu langsung membahas itu lalu memberi solusi walaupun
terkadang aku egois tidak mau menerima saran-saranmu itu, mungkin orang
yang paling bisa mengerti di saat aku dalam lingkaran itu kamu, aku
tidak akan munafik kalau harus mengakui teman-temanku yang lain lebih
bisa mengerti, tapi sekarang aku sadar mereka semua tidak bisa seperti
kamu yang sangat bisa memahami, bisa lebih peka di saat moodku hancur,
kita punya banyak kesamaan karena itulah setiap kali aku cerita tentang
hal apa pun itu aku percaya kamu pasti bisa menghargai ceritaku itu,
kamu jangan minta maaf lagi karena segala hal yang kita impikan tidak
akan menjadi nyata untuk sekarang, tapi percayalah Allah akan selalu
memberi pertoolongan kepada orang baik seperti kamu.
Kamu
pernah bilang kalau setiap kata-kata yang kita tulis atau posted pasti
selalu mewakili isi hati, tapi dengan bohongnya aku berkata kalau tidak
semua kata-kata bisa mewakili isi hati. Dan sekarang aku akan jujur,
kamu benar memang semua kata-kata selalu mewakili isi hati,. Dan dengan
jujurnya sekarang aku mengakui bahwa saat kamu sudah tidak ada, salah
satu unsur itu juga hilang, iya senyawa kebahagiaan yang aku punya
sekarang kehilangan salah satu unsurnya. Dengan jujurnya sekarang aku
sekarang mengakui bahwa unsur yang selalu mendengarkan keluh kesah,
unsur yang selalu memberikan petuah-petuahnya yang panjang lebar bahkan
kisah hidupnya yang tidak banyak orang ketahui pun serasa bermakna
untukku, karena tidak semua orang bisa mengerti jalan pikiranmu dan
hidupmu, dan sekarang unsur itu lepas entah kemana. Aku terkadang
berfikir apakah kamu di sana sudah hidup lebih baik atau sama saja atau
bahkan lebih buruk dari itu, atau mungkin kamu sudah benar-benar lupa
dengan apa yang pernah terjadi? aku hanya ingin unsur itu kembali, aku
tidak peduli apakah kamu yang tetap akan kembali menjadi unsur itu atau
akan ada orang lain yang akan menggantikan posisi itu, sejauh ini belum
ada yang bisa menggantikan posisi itu, walaupun banyak yang hinggap tapi
mereka tidak bisa mengerti apa yang sedang aku alami, mereka yang
hinggap hanya tahu aku baiknya saja tapi tidak buruknya.
Terserah
kamu apakah kamu akan kembali dengan menjadi unsur yang sama ataukah
memang unsurmu itu tidak bisa lagi menyatu denganku, kamu orang baik,
otak encer, walaupun bukan dari keluarga berada tapi kamu punya skill
yang menurutku itu sangat membantu dan bisa menjadi peluang kamu untuk
sukses, ingatlah kalau tidak semua hal bisa dikerjakan dengan uang, aku
juga merasakan betapa susahnya posisi kita di saat uang menjadi
penghambat mimpi-mimpi itu, tapi percayalah untuk mewujudkan mimpi-mimpi
itu bukan uang yang menjadi faktor utama, tapi tekad dalam diri, kalau
kamu memang bertekad menjadi orang sukses, uang satu perak pun akan bisa
menjadi satu triliun. Trust me.
Aku
berharap kepada Allah agar Dia mengirim seseorang yang bisa menjadi
unsur itu, unsur yang bisa membuatku lebih bahagia, aku ingin itu
menjadi kado untukku dariNya.
19 Juni 2018
Salam dari pengagum bunga mawar
untuk juragan kimia.
Partner bendaharamu,
Vanadium Astatin
***
Err.. sorry, i am so speechless. I'm talking with Mrs. Chemistry, right? Maaflah neng, baru bisa bertukar kabar hari ini, terlambatkah aku? Hmm.. Intimu, kamu ingin unsur itu kembali? Sepertinya kamu sedang mengalami sesuatu yang pernah aku lalui. Bicaralah, Tuhan dan aku akan mendengar. Selebihnya aku jawab setahuku, coba 'tuk sekedar mengurai gundah di hatimu.
Iya aku lupa, kan gurunya udah lama gak ngajarin bahasa ko eR, artinya "halo" kan? Aku bersyukur kau memberitahu kabarmu dan terbuka atas sepotong masalahmu. Sejujurnya aku tak tahu harus bilang apa, secara tak sengaja aku menemukan kau menulis sesuatu di blogmu dan kau menghapus post di akun instagrammu. Awalnya aku fikir kau telah menemukan kebahagiaan, namun nyatanya Tuhan membuatku kembali berpapasan denganmu di gurun kehidupan ini. Kamu memang hebat dalam hal melepaskan, tapi rupanya aku yang lebih dulu sampai di satu kota bernama Keikhlashan. Mungkin akan ku bahas lain waktu.
At least, everything will be okay.. Hanya saja sering kita temui sesuatu yang menoreh luka di hati pada awalnya. Dan kabarmu? mungkin tak perlu ku tanyakan lagi karena ku baca coretan jiwamu melukiskan hati yang cacat kebahagiaan, jeritan yang persis sama dengan apa yang pernah ku keluhkan pada Tuhan dahulu. Jika begitu adanya, mengapa tidak kau telfon saja aku? atau.. Tidakkah kau ingin bertemu denganku? Nasib baikmu, sekarang kau pun tahu aku bukan Tuhan yang selalu ada untukmu. Dialah sebaik-baik cinta dari segala cinta sejati, Sesuatu yang selalu menemanimu menempuh perjalanan hidup. Nah, sekarang satu harap kecilmu dikabulkanNya. Kita berpapasan lagi di kota yang berbeda setelah jauh berpisah di kota-kota sebelumnya. Pantaskah aku menjadi kado untukmu dariNya? entah, yang jelas adalah Tuhan tak pernah menghapusmu dari hatiku. Meski segala fitrah telah ku lepas kembali padaNya namun rupanya keyakinan itu masih tumbuh, sampai detik ini. Malah Dia mengantarku sekali lagi untuk mengetahui-dan peduli-sesuatu tentangmu. Tentang mimpi-mimpi itu, biarlah Tuhan himpunkan segalanya tanpa sisa! Imanku, setiap kenyataan selalu berawal dari sebuah keyakinan yang nyata.
Tahukah kau siapa itu kebahagiaan? bagiku kebahagiaan sejati adalah ketenangan hati. Dan untuk itu aku harus pergi, melepaskan jiwa dari jerat-jerat nafsu duniawi hingga lepas sudah ketergantunganku pada zat-zat yang fana. Sekarang, saat aku benar-benar rela dan berhasil menyembuhkan diri, Tuhan kembali menaruh amanah-amanah yang pernah ku genggam dulu dengan tanganku. Termasuk amanah untuk menjadi salah satu unsur kebahagiaanmu.Aku tak tahu, aku sangat takut, mampukah aku mengemban semua ini? Kau pun tahu aku tak pernah percaya diri untuk ini. Semoga Allah berikan kekuatanNya padaku dan padamu.Seperti biasa, aku tak bisa mengajukan diri. Aku tak sebaik mereka yang hinggap pada mawar secantik dirimu. Terserah kamu apakah aku layak untuk kembali padamu sebagai unsur yang sama atau sudah kau temu satu pengganti? Aku mohon, temukanlah ruang spiritualmu, ruang dimana hanya ada kau dan Tuhan agar kita sentiasa terus beriringan tanpa harus melanggar duri-duri Illahi. Kala kau merasa berat atas beban yang kau tanggung, pulangkan hatimu pada Allah! Just let it go away! i know it's hard but believe and keep trying, and it will be okay.. Peluklah kerinduanku di setiap ujung tasbih lima waktu, pesanmu akan sampai padaku seperti semua ini. Percayalah bahwa saat kau menghadapkan wajahmu pada wajahNya, aku pun seringkali menghadap qiblat yang sama dalam shalatku, dalam gundahku, dalam suka dan dukaku, dalam dluha ataupun dalam tahajjudku karena aku pun percaya, padaNya doa berujung dan pada cintaNya sejoli hati bertemu.
Hakmu menentukan siapa yang 'kan jadi unsur itu, sesuatu yang menjadi labuhan hatimu. Tapi ingatlah, jika satu masa nanti kau lelah dan tak tahu lagi harus kemana, tengoklah ke belakang! Selalu ada ruang di hatiku untuk mawar terakhirku.
Sabtu, 9 Syawal 1439 Hijriah
salam dari Tuan Cinta
untuk Nona Kimia
Tutor seksibidangmu,
Delima Istimewa
PS. May Allah save you in His love, wish you good health always, wish you have a long life with a bless deeds, and may Allah grant all your prayers and goals..
Label: Prasasti Hati


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda